Perempuan Punya Cerita vs A Thousand Splendid Suns

Hari ini gw terbaca sinopsis film “Perempuan Punya Cerita” di kompas online. Sayangnya kompas nggak bisa di-link, tapi sinopsis film dan trailernya juga bisa dilihat di http://www.kalyanashira.com/perempuanpunyacerita/.

4 cerita pendek. 4 sutradara perempuan bercerita tentang 4 perempuan biasa yang punya pengalaman luar biasa. Tapi kenapa dari 4 cerita ini, kok semuanya cerita penderitaan perempuan ya?

Please don’t let it be another depressing movie…

Gw memang belum bisa nonton filmnya karena gw lg nggak berada di Indonesia, jadinya gw nggak bisa tau ending cerita film ini dan opini gw cuma bisa berdasarkan sinopsisnya aja.

Tapi, gw percaya kalau memberi mimpi itu lebih baik dari sekedar menangis bersama.

“A Thousand Splendid Suns” (http://en.wikipedia.org/wiki/A_Thousand_Splendid_Suns) adalah sebuah novel karya Khaleed Hosseini (pengarang buku The Kite Runner). Novel ini juga berkisah tentang dua perempuan yang diatarbelakangi situasi politik dan kultur di Afghanistan yang menyudutkan perempuan.

Yang gw salut banget dengan “A Thousand Splendid Suns”, fokus ceritanya bukan ke arah penderitaan dua tokoh utamanya, tapi perjuangan perempuan untuk mencapai kebahagiaan dan kedamaian.

Gw nggak percaya kalau perempuan dilahirkan untuk menderita. Perempuan dilahirkan untuk membawa kebahagiaan, dan penderitaan seringkali hanyalah rintangan sementara untuk mencapai kebahagiaan.

(Visited 86 times, 1 visits today)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.